Friday, June 26, 2009

Antara Perang, Panglima, dan Kekasih

 

Ketika engkau tak diperbolehkan berperang, padahal sudah tujuh medali menggantung di dadamu… Bukan salahku, Sayang! Sang panglima merasa kau lebih memilih untuk bercumbu dengan kekasih saat seisi negara membutuhkanmu.

Dan aku bukan sang kekasih.

Posted by Edan at 05:34:09 | Permalink | No Comments »

Antara Matahari, Rakit, dan Sauh

 

Matahari telah bersemedi di ufuk barat ketika kubaringkan mereka dengan hati-hati pada rakit itu. Satu pelukan terakhir. Berlayarlah baju-bajuku. Turunkan sauhmu pada mereka yang membutuhkan.

Posted by Edan at 04:53:09 | Permalink | No Comments »

Antara Pergi, Novel, dan Sesal


Biarkan aku pergi seperti sebuah novel yang tak jadi.

Biar tak ada sesal yang kau cari.

Karena aku tak pernah ada.


Posted by Edan at 04:36:12 | Permalink | No Comments »

Antara Kelinci, Menjauh, dan Peluh

Sepasang kelinci itu menjauh

Kukejar, menetes peluh

Salahku, tak boleh berkeluh

Posted by Edan at 04:25:19 | Permalink | No Comments »

Friday, June 12, 2009

Antara Kucing, Sate Padang, dan Kutang


Lihatlah!
Ada unsur kesengajaan dalam kalimat itu.
Kenapa?

Maling kutang menari-nari di taman kota.
Kualitas.
Bukan kuantitas.

Kucing! Domba! Onta! Sate padang!
Berputarlah dan turunkan kepala!
Seorang astronom jenius pun bisa terjatuh bila selalu menatap langit.

Aesop’ Fables?
Ya.
Kami.

Posted by Edan at 05:53:16 | Permalink | No Comments »

Antara, Mungkin, Sanggup, dan Epidermis

Mungkin aku sanggup.
Mungkin aku jauh lebih kuat dari tembok rumahmu.
Sayap itu… Ada epidermisnya juga.

Posted by Edan at 05:39:13 | Permalink | No Comments »

Antara Kapas, Sanggurdi, dan Jalan


Ca, ca, ca, kucica.
Ada sepasang kapas di dekat sepasang tulang sanggurdiku.
Untuk aku hingga sampai di titik ini… Bukankah ada jalannya?

Posted by Edan at 05:33:04 | Permalink | No Comments »

Thursday, June 11, 2009

Antara Rangkaian Listrik, Lampu Lalulintas, dan Menyukaimu

Aku menyukaimu seperti rangkaian listrik pada timer lampu lalu lintas.
Jika kabel terputus satu, lampu akan tetap menyala, meski berkurang segaris.

Aku menyukaimu seperti rangkaian listrik pada timer lampu lalu lintas.
Meski ada sifatmu yang tak kusuka, rasa itu akan tetap ada.

Posted by Edan at 04:18:11 | Permalink | Comments (2)

Antara Bukti Nyata, Orientasi, dan Hermafrodit

Bukti nyata bahwa cinta tak selalu butuh ketetapan orientasi seksual adalah adanya organisme yang berkembang biak secara hermafrodit.

 

*Hermafrodit: memiliki dua alat kelamin di dalam satu tubuh.

Posted by Edan at 04:12:55 | Permalink | No Comments »

Antara Adil, Hadir, dan Materi

Adil itu…
Ketika (yang seharusnya berupa) kehadiran ditukar dengan kehadiran.
Bukan hanya materi.


*Terimakasih untuk mengerti, Mom.

Posted by Edan at 04:02:10 | Permalink | Comments (4)