Zona Edan

“For most of history, Anonymous was a woman.”

Antara Harapan, Balon, dan Secarik Kertas

Kau menuliskan harapanmu pada secarik kertas, mengikatnya pada sehelai benang yang terbang jauh bersama sebuah balon gas.

Balon itu bisa membawa pesanmu pada sosok yang kau nanti. Balon itu juga bisa pecah di tengah perjalanan. Tapi tersenyumlah. Kau telah membiarkannya mengudara bersama anganmu.

Antara Pink, Merah, dan Kecokelatan

Gelangku terdiri dari kombinasi warna pink-merah-kecokelatan.

Mirip benda yang kau berikan padaku. Apa namanya? Aku tak tahu. Benda itu berdetak, dilapisi pembuluh darah, dan terdiri dari katup-katup yang dapat membuka dan menutup…

Aku mencintaimu.

Antara Tuhan, Jalan, dan Rahasia

Kekasih, cukuplah Tuhan yang tahu. Aku mencintaimu, sungguh. Tapi tentang jalanku… itu rahasia.

Antara Perang, Panglima, dan Kekasih

 

Ketika engkau tak diperbolehkan berperang, padahal sudah tujuh medali menggantung di dadamu… Bukan salahku, Sayang! Sang panglima merasa kau lebih memilih untuk bercumbu dengan kekasih saat seisi negara membutuhkanmu.

Dan aku bukan sang kekasih.

Antara Matahari, Rakit, dan Sauh

 

Matahari telah bersemedi di ufuk barat ketika kubaringkan mereka dengan hati-hati pada rakit itu. Satu pelukan terakhir. Berlayarlah baju-bajuku. Turunkan sauhmu pada mereka yang membutuhkan.

Antara Pergi, Novel, dan Sesal


Biarkan aku pergi seperti sebuah novel yang tak jadi.

Biar tak ada sesal yang kau cari.

Karena aku tak pernah ada.


Antara Kelinci, Menjauh, dan Peluh

Sepasang kelinci itu menjauh

Kukejar, menetes peluh

Salahku, tak boleh berkeluh

Antara Kucing, Sate Padang, dan Kutang


Lihatlah!
Ada unsur kesengajaan dalam kalimat itu.
Kenapa?

Maling kutang menari-nari di taman kota.
Kualitas.
Bukan kuantitas.

Kucing! Domba! Onta! Sate padang!
Berputarlah dan turunkan kepala!
Seorang astronom jenius pun bisa terjatuh bila selalu menatap langit.

Aesop’ Fables?
Ya.
Kami.

Antara, Mungkin, Sanggup, dan Epidermis

Mungkin aku sanggup.
Mungkin aku jauh lebih kuat dari tembok rumahmu.
Sayap itu… Ada epidermisnya juga.

Antara Kapas, Sanggurdi, dan Jalan


Ca, ca, ca, kucica.
Ada sepasang kapas di dekat sepasang tulang sanggurdiku.
Untuk aku hingga sampai di titik ini… Bukankah ada jalannya?

From the blog

Kau menuliskan harapanmu pada secarik kertas, mengikatnya pada sehelai benang yang terbang jauh bersama sebuah balon gas. Balon itu bisa membawa pesanmu pada sosok yang kau nanti. Balon itu juga bisa pecah di tengah perjalanan. Tapi tersenyumlah. Kau telah membiarkannya mengudara bersama anganmu.

More »

Gelangku terdiri dari kombinasi warna pink-merah-kecokelatan. Mirip benda yang kau berikan padaku. Apa namanya? Aku tak tahu. Benda itu berdetak, dilapisi pembuluh darah, dan terdiri dari katup-katup yang dapat membuka dan menutup… Aku mencintaimu.

More »

Kekasih, cukuplah Tuhan yang tahu. Aku mencintaimu, sungguh. Tapi tentang jalanku… itu rahasia.

More »

 

Ketika engkau tak diperbolehkan berperang, padahal sudah tujuh medali menggantung di dadamu… Bukan salahku, Sayang! Sang panglima merasa kau lebih memilih untuk bercumbu dengan kekasih saat seisi negara membutuhkanmu.

Dan aku bukan sang kekasih.

More »

 

Matahari telah bersemedi di ufuk barat ketika kubaringkan mereka dengan hati-hati pada rakit itu. Satu pelukan terakhir. Berlayarlah baju-bajuku. Turunkan sauhmu pada mereka yang membutuhkan.

More »


Biarkan aku pergi seperti sebuah novel yang tak jadi.

Biar tak ada sesal yang kau cari.

Karena aku tak pernah ada.


More »

Sepasang kelinci itu menjauh

Kukejar, menetes peluh

Salahku, tak boleh berkeluh

More »


Lihatlah!
Ada unsur kesengajaan dalam kalimat itu.
Kenapa?

Maling kutang menari-nari di taman kota.
Kualitas.
Bukan kuantitas.

Kucing! Domba! Onta! Sate padang!
Berputarlah dan turunkan kepala!
Seorang astronom jenius pun bisa terjatuh bila selalu menatap langit.

Aesop’ Fables?
Ya.
Kami.

More »

Mungkin aku sanggup.
Mungkin aku jauh lebih kuat dari tembok rumahmu.
Sayap itu… Ada epidermisnya juga.

More »


Ca, ca, ca, kucica.
Ada sepasang kapas di dekat sepasang tulang sanggurdiku.
Untuk aku hingga sampai di titik ini… Bukankah ada jalannya?

More »